"Selamat Datang di Blog SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Berkarakter Bangsa"

18 March 2010

SMPN 196, Mengubah Paradigma, Perbaiki Citra


Pemanfaatan IT Untuk Dukung Kemajuan Sekolah

Selalu berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik serta terus mengembangkan SMP Negeri 196 hingga meraih mutu dan kualitas yang membanggakan, seakan menjadi harga mati bagi Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM, Kepala SMPN 196 Jakarta. Kini ia bersama seluruh staf, Guru, Tata Usaha dan Komite Sekolah telah mulai berhasil mengubah paradigma lama. Hasilnya juga sudah memadai. Kinerja sekolah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Semangat seluruh keluarga besarnya juga terus membara, seolah siap menerkam prestasi dan mutu yang lebih tinggi lagi.

Gema beberapa kali berkunjung ke SMP Negeri 196 Jakarta yang berada di Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Kondisi lingkungan yang asri, segar dan menawan kiranya menambah energi tersendiri untuk bekerja dan memberikan hasil yang memuaskan. Apalagi SMP Negeri 16 Jakarta baru-baru ini memperoleh rehab berat. Beberapa guru dan karyawan yang diajak ngomong, umumnya mengaku sangat bersyukur dengan kondisi SMPN 196 saat ini. Menurutnya berkat sentuhan tangan dingin Nenny, sekolah perlahan tapi pasti mulai menggeliat kearah perkembangan yang cukup berarti.

Prestasi dari segi akademik maupun non akademik terus memperoleh kemajuan yang menggembirakan. “Saya sih nggak bisa menilai kepala sekolah, tapi menurut saya beliau meskipun baru dua tahunan memimpin sekolah, telah mampu memberi warna baru untuk SMP Negeri 196 Jakarta dan sepertinya beliau memang berhasil” ujar salah seorang guru. Guru yang lain menambahkan bahwa selama ini kepemimpinan Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM cukup memberikan ruang untuk semua staf agar lebih mengembangkan diri, berimprovisasi serta juga diberikan tugas dan tanggung jawab”. Dalam hal ini Ibu profesional sekali. Dia bisa membagi tugas dan mendelegasikan secara baik” imbuh yang lain.

Kepala sekolah sendiri kepada GEMA mengaku masih ada banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki kualitas dan kemajuan sekolah. Nenny juga berkisah, awalnya sekolah yang dipimpinnya ini dimatanya seperti belantara besar yang harus mendapat perhatian yang sangat tinggi dan harus diciptakan terobosan-terobosan guna memoles dan memajukan sekolah. Dengan kesungguhan hati dan dukungan semua pihak, perlahan tapi pasti SMPN 196 mulai memiliki kepercayaan diri untuk bisa berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah berprestasi lainnya. “Saya kan menikmati dan ingin bekerja sungguh-sungguh dimanapun saya ditempatkan. Makanya kepada teman-teman di sekolah ini selalu saya ajak untuk terus mengasah diri, selalu meningkatkan sumber daya, untuk selalu bersemangat dan bekerja tak kenal lelah demi kemajuan SMP Negeri 196 ini” ujar Kepala Sekolah yang sudah memiliki jam terbang tinggi serta kerap berkeliling kota-kota besar di Indonesia mewakili Direktorat untuk menjadi pembicara seputar bidang mata pelajaran Bahasa Indonesia dan lainnya di sekolah-sekolah setempat.

Ia mengawali tugasnya di SMPN 196 pada dua tahunan yang lalu. Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM mendapat tugas memimpin sekolah yang berada di pinggiran Jakarta yang berbatasan langsung dengan kota Bekasi maupun Depok. Tentu baginya tidak kaget mendapat tanggung jawab mulia seperti ini, karena pengalamannya menjadi Wakasek di SMPN 252 Jakarta pastilah memiliki andil yang tidak sedikit didalam mematangkan kepemimpinan dan mengelola sekolah. Kemampuan Nenny beradaptasi dengan lingkungannya yang baru cepat mendapat tanggapan yang hangat dari seluruh keluarga Besar SMPN 196 Jakarta, hingga programnya dapat segera berjalan dengan baik.

Kedatangan Nenny memang memberikan berkah tersendiri. Semua staf dan Guru seolah diajak bangkit untuk meraih mahkota yang mungkin tenggelam terlalu lama. Menyadari hal itu, tentu sesuai tupoksinya Kepala Sekolah harus berusaha meningkatkan mutu pendidikan bagaimanapun keadaannya, walau tidak semudah membalik telapak tangan melainkan perlu upaya yang terus menerus dengan langkah-langkah strategis, Kepala Sekolah bersama stafnya berusaha kearah sana.

Setelah mengadakan pengamatan baik fisik maupun non fisik keadaan sekolah lalu diurutlah skala prioritas untuk menentukan langkah demi langkah agar efektif dan efisien. Tentu saja koordinasi antara Kepala Sekolah, Wakil, Staf, Guru, Tata Usaha, Komite Sekolah, Orang Tua Murid dan Stake Holder lainnya terus dilaksanakan sesuai kebutuhan bahkan Rapat Ketrja dalam membuat regulasi dan kebijaksanaan yang dilangsungkan di sekolah serta dihadiri Kasudin Dikdas Jaktim, Drs. H. Zainal Abidin, MM. Silaturahim, rekreasi dan kegiatan yang bersifat kebersamaan juga terus dilakukan dalam rangka membangun kedekatan hati satu sama lain karena disadari tiada masalah yang tidak dapat diselesaikan bila hati satu sama lain bersatu. Langkah berikutnya mengemas lingkungan mengubah performen menjadi lingkungan sekolah yang hijau, nyaman, damai dan asri. Pohon-pohon juga dibiarkan tetap berdiri kokoh di areal lapangan, sehingga mampu menghadirkan keteduhan serta kesejukan.

Sementara itu, di bidang non Akademis dengan pola pengembangan diri dan dilaksanakan lewat kegiatan ekstra kurikuler berusaha mewadahi bakat, minat dan hobbi siswa dengan duapuluh kegiatan yang ditawarkan secara rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu dan Minggu. Kegiatan tersebut telah menjadi penyeimbang kegiatan akademis dan siswa tidak merasa monoton seolah dipacu hanya untuk mengembangkan intelektual, melainkan spiritual, seni budayapun turut terperhatikan, kegiatan-kegiatan tersebit telah mendorong siswa membangun kepercayaan dirinya sehingga di Wilayah Jakarta Timur khususnya wilayah Cipayung, beberapa cabang cukup diperhitungkan seperti Sepak bola, Palang Merah Remaja, Pramuka, Paskibra dan bahkan Band.

Adalah suatu kebanggaan tersendiri bila siswa-siswi SMP Negeri 16 Jakarta dapat menunjukkan kemampuannya dalam model pembelajaran yang tidak hanya belajar secara konvensional melainkan pembelajaran dengan menggunakan alat bantu pembelajaran berteknologi tinggi, seperti LCD Projektor, Notebook, OHP, CD/DVD dalam pendekatan CTL (Contektual Teaching and Learning). SMP Negeri 196 Jakarta juga telah memiliki perangkat teknologi yang dapat menunjang keberhasilan sekolah didalam memanfaatkan kemajuan teknologi yang begitu tinggi dan cepat. Bahkan, sekolah ini sudah lama akrab dengan kepemilikan blog yang didesain sedemikian menarik dan yahud. Ketertarikan para siswa terhadap internet juga sedemikian besar, begitu juga para guru dan staf serta karyawan juga sudah mulai keranjingan internet di dalam menunjang kemajuan sekolah. Kini seperti siapa saja yang telah menabur benih, mereka akan menuai dibelakang hari. Berkat semangat dan kerja keras yang tak mengenal lelah dari seluruh keluarga besarnya, diharap SMP Negeri 16 Jakarta akan segera memperoleh mutu dan kualitas yang tinggi. Bravo SMPN 16 Jakarta.

Penulis : Pulas Priotyas Wiyatarno/P.02/

Sumber : GEMA No. 02/Th. XV/2010


Baca Selengkapnya »

09 March 2010

info sekolah

Sekolah Menengah Umum Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin
Mengemban misi pemerintah dalam melayani masyarakat secara prima, yang salah satunya diprioritaskan di bidang pendidikan, pemerintah provinsi DKI Jakarta pada tahun pelajaran 2009 / 2010 membuka sebuah SMA, yang di beri nama SMA NEGERI UNGGULAN HUSNI THAMRIN.
Pembukaan sekolah ini dimaksudkan sebagai tempat bagi para calon pemimpin bangsa di masa depan yang berjiwa nasional dan berwawasan internasional.

V I S I


Terbentuknya peserta didik unggul dan berdaya saing global





M I S I

  1. Membentuk peserta didik yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku sopan, dan berbudi pekerti luhur.

  2. Membentuk peserta didik yang memiliki kekuatan moral, berjiwa mandiri, dan nasionalis, serta berwawasan internasional.

  3. Menghasilkan peserta didik yang cerdas baik bidang akademik maupun bidang non akademik di tingkat nasional dan internasional.

  4. Menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di perguruan tinggi favorit, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Info Pendaftaran

Baca Selengkapnya »

08 March 2010

Daftar Alamat Sekolah

Baca Selengkapnya »

06 March 2010

Jadwal Ulangan Umum

Untuk anak-anakku kelas IX, untuk pelaksanaan Ulangan Akhir Semester II Tahun Pelajaran 2009/2010 sebentar lagi lho. Pelaksanaannya tanggal 15 Maret 2010 sampai dengan tanggal 19 Maret 2010. Jadwal Akhir Semester dapat dilihat di sini atau didownload di sini.


Baca Selengkapnya »

01 March 2010

Hasil Uji Coba Ujian Nasional

Senin, 22 Februari 2010 sampai Kamis, 25 Febrauari 2010 telah diadakan Uji coba Kompetensi Siswa Tahap II. Dari hasil Tahap II ini hasil yang dicapai SMP Negeri 196 Jakarta mengalami Kenaikan. Hasil selengkapnya Tes Uji Coba Kompetensi Siswa Tahap I dan Tahap II dapat didownload di sini (Format Excel)
Baca Selengkapnya »

27 February 2010

Sekilas Tentang Ujian Nasional

Pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, sistem Ujian Nasional telah mengalami beberapa kali perubahan dan penyempurnaan perkembangan Ujian Nasional tersebut, yaitu :


1. Periode 1965 – 1971

Pada periode ini, sistem ujian akhir yang diterapkan disebut dengan Ujian Negara, berlaku untuk hampir semua mata pelajaran. Bahkan ujian dan pelaksanaannya ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan seragam untuk seluruh wilayah di Indonesia.

2. Periode 1972 – 1979

Pada tahun 1972 ditetapkan sistem Ujian Sekolah dimana setiap atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian akhir masing-masing. Soal dan pemrosesan hasil ujian semuanya ditentukan oleh masing-masing sekolah/kelompok sekolah. Pemerintah pusat hanya menyusun dan mengeluarkan pedoman yang bersifat umum.

3. Periode 1980 – 2000

Untuk meningkatkan dan mengendalikan mutu pendidikan serta diperoleh nilai yang memiliki makna yang “sama” dan dapat dibandingkan antar sekolah, maka sejak tahun 1980 dilaksanakan ujian akhir nasional yang dikenal dengan sebutan Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTANAS). Dalam EBTANAS dikembangkan sejumlah perangkat soal yang “paralel” untuk setiap mata pelajaran, dan penggandaan soal dilakukan di daerah.

4. Periode 2001 – 2004

Sejak tahun 2001, EBTANAS diganti dengan penilaian hasil belajar secara nasional dan kemudian berubah nama menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) sejak tahun 2002. Perbedaaan yang menonjol antara UAN dan EBTANAS adalah dalam cara menentukan kelulusan siswa, terutama sejak tahun 2003. Dalam EBTANAS, kelulusan siswa ditentukan oleh kombinasi nilai semester I (P), nilai semester II (Q), dan nilai EBTANAS murni (R), sedangkan kelulusan siswa pada UAN ditentukan oleh nilai mata pelajaran secara individual.

5. Periode 2005 – sekarang

Untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, pemerintah menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) untuk SMP/MTs/SMPLB dan SMA/SMK/SMALB/SMKLB.

6. Periode 2008 – sekarang

Untuk mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan yang bermutu, mulai tahun ajaran 2008/2009 Pemerintah menyelenggarakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) untuk SD/MI/SDLB

Sumber : diknas

Baca Selengkapnya »