"Selamat Datang di Blog SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Berkarakter Bangsa"

30 April 2011

Pedoman Upacara Hardiknas 2011

Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011, dengan hormat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional secara nasional dilaksanakan dengan ketentuan:

  • hari, tanggal ..... : Senin, 2 Mei 2011
  • pukul ................. : 08.00 waktu setempat
  • sifat upacara .... : Tertib, Khidmat, dan Sederhana
  • tempat upacara : Lapangan Upacara (terbuka)

Adapun tema yang telah ditetapkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 adalah Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa dan subtema adalah Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti.

Kepada seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota, rektor perguruan tinggi negeri/swasta, kepala unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Nasional agar menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2011

Untuk lebih menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 diharapkan masing-masing instansi memasang spanduk dengan tema tersebut di atas merangkaikan berbagai kegiatan dan lomba untuk meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan

Untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2011 akan melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihimbau kiranya Bapak/Ibu Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.

Untuk Bahan Pedoman Upacara Hardiknas 2011 bisa di Unduh dibawah ini:

Pedoman Upacara Hardiknas 2011

Baca Selengkapnya »

23 April 2011

Jelang UN, SMPN 196 gelar Istiqosah

Jum'at, 22 April 2011, SMP Negeri 196 Jakarta mengadakan Istiqosah bersama menjelang Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 - 28 April 2011.

Istiqosah yang dipimpin langsung Habib KH. Husen Asegaf ini, di hadiri oleh Kepala SMP Negeri 196 Jakarta, Drs. Susamsa, M.M.Pd, para Guru dan segenap siswa SMP Negeri 196 Jakarta yang beragama Islam. Untuk yang non Islam pelaksanaannya Hari Rabu, 20 April 2011.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 196 Jakarta berpesan kepada siswa kelas IX yang sebentar lagi mengikuti Ujian Nasional agar mengikuti pelaksanaan istiqosah ini dengan sebaik-baiknya agar apa yang menjadi tujuan istiqosah ini dapat diterima oleh Allah, sehingga dimudahkan dalam pelaksanaan Ujian Nasional nantinya. Selain itu beliau berpesan agar siswa lebih mempersiapkan diri dengan belajar sebaik-baiknya, menjaga kesehatan dan doa restu dari orang tua. Atas nama sekolah, SMP Negeri 196 siap menyukseskan Ujian Nasional 2011 dengan Kelulusan 100%. Prestasi ? OK, Jujur ? Yes...

Pelaksanaan Istiqosah ini terselenggara berkat kerja sama Sekolah dengan Perwakilan Orang Tua kelas IX. Tujuan utama dari pelaksanaan istiqosah ini, agar para pelajar yang akan menghadapi UAN diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Menurut salah satu siswa yang turut istiqosah berharap, dengan istiqosah ini semoga menjadikan berkah dan bisa memperlancar dirinya dalam mengerjakan soal Ujian Nasional nanti.

“Semoga dipermudah dengan berkah istiqosah ini Pak,” terangnya.

Dari lokasi pelaksanaan istiqosah ini, orang tua dan siswa terlihat larut dalam lantunan kalimat kalimat Ilahi dan ayat ayat suci alqur’an. Acara diakhiri dengan salam-salaman dengan tujuan meminta maaf dan doa agar Ujian Nasional dapat berjalan dengan baik.

Bahkan diantara pelajar ada yang menangis ketika larut dalam suasana tersebut ....

Semoga sukses ... Amin....

Lihat Photo


Baca Selengkapnya »

16 April 2011

Wagub : Jangan Percaya Bocoran Soal UN

....
Untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran soal, pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ini menggunakan soal dengan lima variasi yang berbeda. Karena itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengimbau siswa agar tidak percaya terhadap peredaran kunci jawaban bocoran soal UN. Sebab, hal itu tidak mungkin terjadi dengan sistem lima jenis soal yang berbeda dalam satu ruangan.

"Jangan percaya dengan orang-orang yang mengatakan punya kunci jawaban bocoran soal ujian. Jangan percaya kalau terima SMS yang menawarkan kunci jawaban soal ujian. Karena tidak mungkin seseorang atau siapa pun bisa beri kunci jawaban. Sebab, dalam kelas ada lima paket soal dan dibagikan secara acak. Harus percaya diri," ujarnya saat melihat kesiapan para peserta ujian nasional di SMKN 26, Jalan Balai Pustaka Baru I dan SMP 74, Jalan Pemuda No 6, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (15/4).

Wagub menjelaskan, kunjungannya ke SMKN 26 atau lebih dikenal dengan nama STM Pembangunan, untuk melihat sejauhmana kemajuan dan kesiapan siswa dalam menghadapi UN pada, Senin (18/4) mendatang.

"Saya ke sini ingin mengecek dan melihat sejauhmana kesiapan UN. Menurut laporan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI kalian sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan pembinaan materi yang mateng. Benar tidak?" tanya Prijanto.

Mendengar pertanyaan itu, Renny Oktora, siswa kelas 3 Teknik Gambar Bangunan dengan percaya diri menjawab jika setiap bulan, dia dan teman-temannya mengikuti try out ujian nasional. Bahkan mereka juga sudah mengikuti try out dari Disdik DKI hingga enam kali. Juga telah melaksanakan simulasi menjawab soal. "Kami juga telah mengikuti pendalaman materi dan diberikan pembinaan moral, mental dan motivasi untuk menghadapi ujian," jawabnya.

Kemudian, Prijanto berpesan kepada para siswa agar tidak percaya pada oknum-oknum yang menawarkan bocoran soal. Sebab, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sudah mengatur materi ujian yang akan dibagikan secara acak kepada siswa, yang tentunya tak bisa ditebak soal paket mana yang diterima siswa saat ujian.

Dia menegaskan tidak akan ada kebocoran soal ujian di DKI Jakarta. Pemprov DKI telah mempersiapkan secara optimal, baik terkait pengamanan maupun pengawasan terhadap soal ujian. Master naskah soal ujian nasional itu sudah ada di Dinas Pendidikan DKI, serta di percetakan dan tidak sembarang orang boleh keluar masuk. Tempatnya pun dibuat sangat steril, sehingga akan sulit sekali orang bisa mengambil soal ujian. Selain itu, soal yang sudah sampai di sekolah rayon akan dimasukkan ke ruang penyimpanan soal yang disegel dan digembok dengan tiga gembok. Juga dijaga aparat kepolisian, Satpol PP dan satpam sekolah.

Dalam kesempatan ini, Prijanto mendapat kejutan dari siswa SMKN 26 Jakarta Timur yang memberikan laptop rakitannya sendiri. Mantan Aster Kasad ini pun mengaku bangga dengan prestasi yang dimiliki oleh siswa sekolah menengah kejuruan yang mampu merakit teknologi informasi sendiri.

Siswa SMKN 26 Jakarta Timur yang mengikuti UN berjumlah 327 orang. Berdasarkan hasil ujian tahun lalu, tingkat kelulusan SMKN 26 sebesar 99 persen dan hanya satu orang tidak lulus. Prijanto mengingatkan agar para siswa lebih serius mengikuti ujian, karena tahun ini tidak ada ujian susulan bagi siswa yang tidak lulus.

Seperti diketahui, soal UN akan didistribusikan dari sekolah rayon ke sekolah-sekolah pelaksana UN pukul 05.00, Senin (18/4) mendatang. Khusus wilayah Kepulauan Seribu, distribusi soal sudah dilakukan pukul 05.00, Minggu (17/4).

Pelaksanaan UN tingkat SMA dan SMK dimulai 18-21 April 2011, SMP pada 25-28 April, dan SD 10-12 Mei mendatang. Sebanyak 122.139 siswa Di DKI Jakarta akan mengikuti UN tingkat SMA. Rinciannya, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 53.937 siswa, Madrasah Aliyah (MA) 4.679 siswa, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 63.382 siswa, dan SMA Luar Biasa (SMALB) sebanyak 141 siswa.

Sumber : Berita Jakarta
Baca Selengkapnya »

07 April 2011

Siap Menghadapi Ujian Dan Ulangan Umum

......
Tak terasa sebentar lagi kita akan menjalani ujian dan ulangan umum. Nah, apakah kalian sudah siap untuk menghadapinya? Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat kalian lakukan untuk mempersiapkannya :

1. Siapkan waktu sebaik mungkin
Perhatikan urutan mata-mata pelajaran yang akan diuji lalu jadwalkan waktu untuk belajar. Mulailah untuk mempelajari mata pelajaran yang diujikan terlebih dahulu dari sekarang. Kurangilah waktu bermainmu. Jalankan kebiasaan ini setiap hari termasuk di akhir pekan.

2. Pelajari kembali catatanmu setiap hari.
Setelah pulang sekolah, biasakan untuk mempelajari kembali catatanmu. Hal ini dilakukan agar kita benar-benar mengerti pelajaran yang kita dapatkan di sekolah.

3. Lihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulanganmu yang sebelumnya.
Melihat kembali tugas-tugas dan ulangan-ulangan sebelumnya juga merupakan proses belajar. Coba lihat kembali dimana kalian melakukan kesalahan dan carilah jawaban yang benar. Siapa tahu apabila soal tersebut termasuk dalam soal yang diujikan, kalian sudah siap untuk menyelesaikannya dengan benar.

4. Buatlah kelompok belajar.
Dengan belajar berkelompok kalian dapat bertukar pikiran untuk membahas pelajaran yang kurang dimengerti atau sulit. Tetapi pastikan bahwa saat belajar bersama, kalian memang memakai waktu tersebut untuk belajar dan bukannya mengobrol.

5. Ikuti bimbingan belajar.
Salah satu pilihan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri kita menghadapi ujian atau ulangan umum adalah mengikuti bimbingan belajar. Dengan mengikuti bimbingan belajar, kita dapat memantapkan mata-mata pelajaran yang diajarkan di sekolah serta apabila kalian tidak mengerti, kalian dapat menanyakannya pada guru bimbingan belajar tersebut.

6. Jaga kesehatan tubuh.
Waktu ujian atau ulangan umum semakin dekat dan itu berarti kita harus belajar lebih giat hingga kadang lupa waktu. Karena terlalu lelah, kita jadi jatuh sakit, wah kalau begini kita jadi terhambat deh untuk proses belajarnya. Konsumsilah pula makanan yang bergizi yang mengandung 4 sehat 5 sempurna, jangan makan makanan yang sembarangan. Intinya, kita harus menjaga kesehatan tubuh agar kesehatan kita tetap prima sehingga akhirnya kita dapat menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik.

7. "Aku bisa!"
Kadang kita merasa tidak "PeDe" (Percaya Diri) akan menyelesaikan ujian atau ulangan umum dengan baik. Buanglah jauh-jauh pikiran itu dan katakan pada diri sendiri bahwa kita siap menghadapinya dan akan mendapatkan nilai baik. Dengan mempunyai rasa percaya diri, kita akhirnya dapat berkonsentrasi penuh dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan.

8. Selesaikan belajar sehari sebelum ujian atau ulangan umum dimulai.
Biasanya kita sering tidak tidur dimalam ujian atau ulangan umum, sehingga akhirnya kita merasa mengantuk keesokan harinya, akibatnya kita tidak bisa menyelesaikan soal-soal ujian atau ulangan umum dengan baik. Agar hal ini tidak terjadi, usahakan untuk menyelesaikan belajar sehari sebelum ulangan umum dimulai. Lalu istirahatlah yang cukup agar tidak mengantuk disaat ujian atau ulangan umum.

9. Datanglah lebih pagi.
Akhirnya hari ujian atau ulangan umum tiba. Usahakan datang lebih pagi ke sekolah karena jika kalian datang terlambat yang akan kalian pikirkan adalah "semoga tidak terlambat." Karena merasa deg-degan, materi pelajaran yang kalian sudah pelajari jauh-jauh hari jadi terlupakan deh. Bayangkan kalau kalian datang lebih pagi kan bisa mengulang catatan.

Sumber : Dunia Belajar
Baca Selengkapnya »

30 March 2011

Siswa di DKI Bisa lihat Planet dari Sekolah

Kini, para siswa di DKI tak perlu jauh-jauh lagi melihat planet yang tidak bisa dijangkau mata telanjang dengan mendatangi Planetarium, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Sebab, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah memiliki Mobile Teropong ukuran raksasa dan teleskop yang bisa digunakan untuk melihat planet-planet lain di antariksa dan fenomena gerhana matahari dan bulan. Nantinya, dengan secara terjadwal Mobile Teropong ini akan menyambangi sekolah-sekolah untuk memenuhi kebutuhan siswa akan ilmu astronomi tersebut. Bahkan, selain mendatangi sekolah-sekolah, Mobile Teropong ini juga akan menyambangi RW di pemukiman penduduk. Namun, untuk jadwal kunjungan ke RW berdasarkan permintaan warga. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, Mobile Teropong ini merupakan bagian dari Observatori Planetarium yang dirancang khusus untuk memberikan pelayanan yang lebih pro aktif kepada para pelajar. Hal ini juga untuk mendekatkan para pelajar mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi di DKI serta masyarakat luas, untuk dapat mempelajari tentang astronomi. Sebab misi Mobile Teropong ini pada dasarnya adalah untuk memberikan pengetahuan yang lebih luas pada masyarakat. “Mobile Teropong ini adalah sebuah laboratorium astronomi yang bergerak karena menggunakan kendaraan sebagai landasan teropong. Mobile Teropong ini juga dilengkapi dua LCD-TV,” papar Taufik Yudi Mulyanto, usai peluncuran Mobile Teropong di kantor Dinas Pendidikan DKI, Selasa (29/3) Rencananya, Mobile Teropong ini akan dipatenkan oleh Dinas Pendidikan DKI. Diharapkan juga kehadiran Mobile Teropong ini dapat merangsang pihak lain untuk mendalami dan mengembangkan ilmu-ilmu astronomi. Yang jelas, Mobile Teropong ini akan terus diberdayakan semaksimal mungkin dalam penyebarluasan informasi pada masyarakat. Kepala UPT Planetarium dan Observatorium Jakarta, Delly Indirayati, mengatakan, rencananya Mobile Teropong ini akan diterjunkan ke sekolah-sekolah mulai bulan April mendatang. Sasaran awalnya adalah sekolah tingkat dasar yang ada di pelosok-pelosok, seperti SDN di kawasan Ujungmenteng (Jakarta Timur), Kamal (Jakarta Barat), Cilincing (Jakarta Utara), Jagakarsa (Jakarta Selatan), menyusul kemudian SDN di Jakarta Pusat. Khusus untuk masyarakat umum, dapat mengajukan surat pada kantor Planetarium dan Observatorium Jakarta agar dapat menikmati layanan Mobile Teropong tersebut. Dalam Mobile Teropong ini dilengkapi dengan alat teropong berupa Giant Binokuler buatan Jepang dan dua teleskop buatan Amerika Serikat. Selain itu juga tersedia dua unit LCD-TV, ukuran 29 inci yang dipasang di bodi mobil. “Fungsi teropong Giant Binokuler ini sama seperti teropong yang ada di puncak Monas maupun di kantor Planetarium dan Observatorium Jakarta, yakni khusus untuk melihat matahari. Sedangkan fungsi teleskop adalah untuk melihat planet-planet lain dan gugusan bintang di antariksa,” tukas Delly Indrayati. Namun fungsi utama Giant Binokuler ini adalah untuk menghitung atau menentukan awal bulan atau biasa sering disebut dengan istilah hisab. Alat ini sangat dibutuhkan untuk penghitungan bulan Ramadhan maupun Idul Fitri oleh para ulama. Sedangkan Ameer Fatwa Idris, Kepala Seksi Teknik Planetarium dan Observatorium Jakarta, menyebutkan sebenarnya ide peluncuran Mobile Teropong ini sudah dilakukan sejak tahun 2005 lalu. Namun karena terbentur oleh anggaran, kajian dan studi banding maka baru dapat direalisasikan pada tahun 2011 ini. “Kita membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk studi banding, untuk mengetahui lebih mendetail kira-kira komponen mana yang tepat untuk dipasang di mobil teropong ini. Tentunya komponen yang ada harus disesuaikan dengan kondisi mobil yang ada. Kita meminta pendapat dari para pakar astronomi di Planetarium Jakarta,” tandasnya.

Reporter: nurito Editor: dunih

sumber : beritajakarta.com

Baca Selengkapnya »

LJK Ujian Nasional 2011

Berikut contoh LJK Ujian Nasional 2011

Baca Selengkapnya »