"Selamat Datang di Blog SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Berkarakter Bangsa"

14 August 2009

Sosialisasi TV Digital TV Edukasi

Hari Selasa, 11 Agustus 2009 Ibu Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM selaku Kepala SMPN 196 Jakarta dan Bapak Sulis Riyanto, S.Pd mengikuti sosiaslisa TV digital Indonesia DVB-T yang diadakan di PUSTEKKOM, Cipayung, Ciputat. Dalam sosialisasi ini melibatkan kurang lebih 200 orang dari 100 sekolah yang sudah mendapat kiriman perangkat parabola. Selama ini masyarakat masih banyak memakai TV analog dimana masih banyak kendala kaitannya dengan penerimaan yang sering gambar tidak jelas karena faktor antena. Dalam sosialisasi ini, peserta pada lain diajak mengamati studio TV Edukasi dari proses awal hingga penyiaran. Selain itu juga peserta bahkan diajak masuk ke ruang rekaman Studio Radio Edukasi. Pada kesempatan itu Bapak Sulis Riyanto, S.Pd mencoba ikut rekaman bersama dua peserta lain dan melihat bagaimana hasilnya. Untuk sementara program TV digital ini memang masih dalam tahap pengembangan, sehingga TV digital ini baru dapat dinikmati dengan sarana internet, parabola atau dengan Set Top Box.

Jika sekarang ini kita mengenal format TV analog hanya dengan 3 macam (PAL, NTSC, SECAM), pada era format digital kita akan mengenal istilah Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T).Siaran TV Digital dengan teknologi DVB-T mempunyai banyak keunggulan dibandingkan siaran TV analog meliputi tahan terhadap efek interferensi, gambar tanpa "noise" atau "ghost" (bayang2, bintik2, semut), lebih interaktif dengan EPG (Electronic Program Guide), serta kualitas gambar yang lebih baik walaupun dalam keadaan bergerak (mobile).Kelebihan lainnya juga dalam efisiensi, antara lain pada spektrum (bandwidth), network transmission, power transmission dan juga efisiensi dalam power consumption.Pemerintah telah memutuskan sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T) sebagai standar nasional Indonesia karena dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Tim Nasional Migrasi TV dan Radio dari Analog ke Digital, teknologi DVB-T lebih unggul dan memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan teknologi penyiaran digital lainnya.Menurut para pengamat media mengenai sosialisasi TV digital, Teknologi ini mampu memultipleks beberapa program sekaligus, di mana enam program siaran dapat ”dimasukkan” ke dalam satu kanal TV berlebar pita 8 MHz, dengan kualitas yang jauh lebih baik. Ibarat satu lahan, yang semula hanya dapat dimanfaatkan untuk satu rumah, dengan teknologi ini mampu dibangun enam rumah dengan kualitas bangunan jauh lebih baik dan kapasitas ruangan lebih banyak. Di samping itu, penambahan varian DVB-H (handheld) mampu menyediakan tambahan sampai enam program siaran lagi untuk penerimaan bergerak (mobile). Hal ini sangat memungkinkan bagi penambahan siaran-siaran TV baru.Menkominfo Mohammad Nuh mengibaratkan implementasi siaran televisi digital layaknya rumah susun. Maksudnya?"TV digital itu seperti rumah susun karena dalam satu kavling bisa dihuni beberapa keluarga. Itu artinya telah tercipta efisiensi," maksud beliau.Uji coba siaran digital juga sudah diimplementasikan pada pertengahan Januari 2009 lalu oleh konsorsium lembaga penyiaran swasta (LPS) yang beranggotakan antara lain, SCTV, MetroTV, ANTV, TVOne, dan TransTV.Jika Indonesia baru merencanakan migrasi ke TV Digital Format tahun 2009 ini, lain halnya dengan negara lain. Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 untuk kota Berlin dan tahun 2005 untuk Muenchen dan saat ini hampir semua kota besar di Jerman sudah bersiaran TV digital. Belanda telah memutuskan untuk melakukan switch off (penghentian total) siaran TV analognya sejak akhir 2007. Perancis akan menerapkan hal sama pada tahun 2010. Inggris sejak akhir 2005 telah melakukan uji coba mematikan beberapa siaran analog untuk menguji penghentian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012. Kongres Amerika Serikat telah memberikan mandat untuk menghentikan siaran TV analog secara total pada 2009, begitu pula Jepang pada 2011.Di Singapura, TV digital diluncurkan sejak Agustus 2004 dan saat ini telah dinikmati lebih kurang 250.000 rumah. Di Malaysia, uji coba siaran TV digital juga sudah dirintis sejak 1998 dengan dukungan dana sangat besar dari pemerintah dan saat ini siarannya sudah bisa dinikmati lebih dari 2 juta rumah.Kinerja Depkominfo melalui 3 badannya yakni Badan Regulasi TV Digital, Badan Master Plan Frequency, dan Badan Teknologi Peralatan untuk Persiapan Implementasi TV Digital. Depkominfo juga telah melakukan uji alat konversi dari gelombang analog (RF Antena) di TV analaog untuk menerima gelombang digital yang disebut sebagai set-top box (STB).Set-top box merupakan sebuah perangkat tambahan untuk menerima sinyal digital yang dipancarkan oleh sistem DVB-T yang kemudian diubah kedalam sinyal analog agar dapat ditampilkan pada monitor TV analog.

(source : Kompas Tekno, detikInet, dll)
Baca Selengkapnya »

27 July 2009

SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Gratis......

Anak Indonesia Bebas Biaya Sekolah!

Ada kabar gembira bagi pendidikan Indonesia ! Di Januari 2009 ini anak-anak Indonesia usia SD dan SMP dapat menikmati Sekolah bebas SPP. Sebuah harapan yang sudah lama diidam-idamkan , Sekolah Indonesia bebas biaya. Para orang tua bisa bernafas lega karena Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan kebijakan yang memberlakukan sekolah gratis, terutama pada sekolah negeri tingkat pendidikan dasar mulai SD sampai SMP.

Hal tersebut terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Adapun perincian dana BOS yang akan diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp. 400.000/ tahun untuk SD / SDLB di wilayah kota, Rp. 397.000/ tahun untuk SD/ SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/ SMPLB/ SMPT di kota Rp. 575.000/ tahun dan SMP/ SMPLB/ SMPT di kabupaten Rp. 570.000/ tahun.

Dengan BOS, orang tua siswa tak perlu bingung soal biaya. Angka putus sekolah akan berkurang, dan pendidikan pun akan lebih terfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Siswa Sekolah Swasta Juga Bisa Bernafas Lega

Untuk siswa miskin yang belajar di sekolah swasta, juga tak perlu khawatir. Pemerintah juga telah menginstruksikan kepada sekolah-sekolah swasta, untuk mendata siswa yang kurang mampu dan membebaskannya dari punguntan biaya operasional sekolah dan tidak ada juga pungutan biaya yang berlebihan kepada siswa yang mampu.

Apa sih RSBI dan SBI?

RSBI adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sedangkan SBI adalah Sekolah Bertaraf Internasional. Saat ini di Indonesia terutama di kota-kota besar, banyak sekolah-sekolah yang menyamakan kurikulumnya dengan kurikulum internasional. Dari segi fasilitas pun sudah disesuaikan dengan kualitas bertaraf internasional.

Siswa Senang Belajar, Guru Tenang Mengajar.

Pemberlakuan sekolah gratis bukan berarti penurunan kualitas pendidikan. Untuk itu bukan hanya siswa saja yang diringankan dalam hal biaya, namun kini para guru juga akan merasa lega dengan kebijakan pemerintah tentang kenaikan akan kesejahteraan guru. Tahun 2009 ini pemerintah telah memutuskan untuk memenuhi ketentuan UUD 1945 pasal 31 tentang alokasi APBN untuk pendidikan sebesar 20%. Sehingga akan tersedianya anggaran untuk menaikkan pendapatan guru, terutama guru pegawai negeri sipil (PNS) berpangkat rendah yang belum berkeluarga dengan masa kerja 0 tahun, sekurang-kurangnya berpendapatan Rp. 2 juta.

Biaya Seragam, Ekstrakulikuler dan Studitour-nya Bagaimana?

Dari dana BOS yang diterima sekolah wajib menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), pembelian buku teks pelajaran, biaya ulangan harian dan ujian, serta biaya perawatan operasional sekolah. Sedangkan biaya yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memiliki biaya besar, seperti: studytour (karyawisata), studi banding, pembelian seragam bagi siswa dan guru untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah), serta pembelian bahan atau peralatan yang tidak mendukung kegiatan sekolah, semuanya tidak ditanggung biaya BOS. Dan pemungutan biaya tersebut juga akan tergantung dengan kebijakan tiap-tiap sekolah. Serta tentunya pemerintah akan terus mengawasi dan menjamin agar biaya-biaya tersebut tidak memberatkan para siswa dan orangtua.

Ada Bantuan dari APBD, loh!

Semua pasti berharap terealisasinya pendidikan gratis. Agar anak-anak Indonesia dapat mengenyam pendidikan dasar 9 tahun dan dapat mengangkat martabat dan derajat bangsa kita. Bagaimana jika suatu waktu terjadi hambatan atau ada sekolah yang masih kekurangan dalam pemenuhan biaya operasionalnya? Tenang saja… karena pemerintah daerah wajib untuk memenuhi kekurangannya dari dana APBD yang ada. Agar proses belajar-mengajar pun tetap terlaksana tanpa kekurangan biaya.

Sanksi Bagi Pelaku Penyimpangan Dana

Pemerintah Daerah akan memasyarakatkan dan melaksanakan kebijakan BOS tahun 2009 ini. Dan akan bertindak tegas bagi yang melanggarnya serta memberantas para pelaku penyimpangan dana tersebut. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka dana BOS akan disalurkan langsung ke rekening tiap-tiap sekolah. Dan secara khusus pemerintah akan mengirim tim pengawas untuk memonitor dana tersebut.

Copyright 2009 Depdiknas Mandikdasmen

Baca Selengkapnya »

17 July 2009

Kalender Pendidikan 2009/2010

Untuk melihat klik gambar atau di sini.

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2009/2010 Format PDF dapat didownload di sini
Baca Selengkapnya »

Jadwal Pelajaran 2009/1010



Jadwal pelajaran dapat didownload di sini.
Baca Selengkapnya »

16 July 2009

Bertarung Melawan Virus

Bertarung dengan virus memang pekerjaan yang kadang-kadang menyenangkan dan menyebalkan. Menyenangkan karena kita bisa memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru tentang karakteristik atau perilaku virus tersebut sehingga kita bisa lebih hati-hati dan lebih peka terhadap file yang ternyata adalah virus. Menjadi menyebalkan bila kita menjadi korban virus tersebut. File-file yang kita kumpulkan dan data-data penting kita tiba-tiba lenyap begitu saja tak berbekas. Bahkan ketika direcovery tidak bisa kembali. Berikut ini akan saya tulis apa yang saya lakukan terhadap virus Fun Alien Yoi dan W32/Sality
Software yang Saya Pakai :
Antivirus - Avira AntiVir Personal Free Antivirus yang sudah saya update virus definition file-nya. Sebelumnya saya menggunakan AVG Personal Edition, tapi karena lambat saya mencoba Antivirus lain dan melirik Avira. Kalau Anda lebih cocok dengan antivirus lain silakan saja, hanya saja apapun antivirusnya sebaiknya selalu update yang terbaru. Download Avira AntiVir Personal Free Antivirus.
Process Explorer - untuk mengetahui aplikasi yang sedang berjalan sebagai pengganti Task Manager. Salah satu kelebihannya adalah tampil juga ikon yang aplikasi sedang berjalan dan diketahui parent/aplikasi yang memangggil aplikasi lain. Download Process Explorer.
Winrar - Best Tool that I Must Have. Fungsinya tidak hanya sebagai file compressor, tetapi juga sebagai pengganti windows explorer bila explorer.exe sudah terkontaminasi virus dan juga winrar akan menampilkan semua file termasuk yang tersembunyi. Sebagai catatan, kebanyakan virus akan aktif ketika kita mengaktifkan windows explorer. Download Winrar.
Semua software tersebut saya masukkan ke file rar, untuk lebih menjaga dari serangan virus. Untuk melakukan tahapan pembersihan virus berikut ini, jangan sekali-kali menggunakan windows explorer. Saya jarang sekali menggunakan windows explorer ketika membersihkan virus.
Cara Aman
Buka MSConfig dengan mengetikkan Windows + R atau Windows + Run, kemudian ketik msconfig. Kemudian masuk starup. Ini hanya untuk mengetahui jenis virus apa yang ada di komputer korban.
Buka winrar, bila sudah terinstallasi bisa dengan mengetikkan Windows + R atau Windows + Run, kemudian ketik winrar.
Buka process explorer melalui winrar. (Ingat! jangan gunakan windows explorer)
Perhatikan file yang sedang berjalan, amati yang mencurigakan. Umumnya virus lokal menggunakan ikon folder untuk mengelabui pengguna awam. Matikan file tersebut dengan klik Kill Process Tree (Shift + Del)
Setelah dipastikan file tersebut mati, baru install antivirus Anda. Saya menyarankan Avira karena bila menggunakan winrar, file setup avira bisa diexplore. Pastikan installasi selesai.
Jalankan Antivirus. Kalau ada koneksi internet silakan langsung diupdate.
Lakukan Scan virus, bisa ditinggal nonton TV atau membuat kopi dulu.
Setelah selesai, semoga virusnya sudah hilang.
Cara Agak Extreme
Bila cara pertama di atas tidak berhasil, bisa mencoba cara agak extreme. Lepaskan HardDisk “korban”, kemudian pasang di komputer yang bersih yang sudah terinstall antivirus yang sudah diupdate terakhir. Dengan cara ini Anda bisa melakukan backup data kalau seandainya komputer tidak bisa disembuhkan dan harus diformat ulang. Pastikan bahwa hardisk yang digunakan booting di setting BIOS adalah hardisk yang bersih. Jangan sampai salah, karena beresiko kedua hardisk tersebut menjadi terjangkiti virus. Cara biasa Kemudian bisa lakukan scan virus untuk hardisk korban. Saya jarang melakukan scan virus karena membutuhkan waktu lama. Biasanya saya hanya mencari file *.exe, *.scr, *.dll melalui search di windows explorer, dan otomatis antivirus akan mendeteksi kalau file tersebut terjangkiti virus atau tidak. Pastikan dalam pilihan pencarian More Advanced Option di windows explorer, Search Hidden Files and Folders tercentang.
Cara Extreme
Bila kedua cara di atas tidak berhasil atau karena file data yang kita backup juga ternyata berisi virus maka bisa menggunakan cara berikut ini. Cara ini sangat tidak disarankan dan memiliki resiko yang tinggi. Tapi jika pernah menggunakan cara ini paling tidak kita bisa memahami ilmu ikhlas. Caranya dengan melakukan FORMAT ULANG komputer Anda dan atau PARTISI ULANG komputer Anda. Software yang digunakan adalah CD Booting dan FDISK.exe atau bisa menggunakan Partition Magic. Dan komputer Anda kembali seperti semula, bersih tidak ada datanya dan Anda harus ikhlas.
Resiko sepenuhnya ditanggung oleh Anda. Saya tidak bertanggung jawab bila ternyata virus di komputer Anda lebih sakti atau sudah mengalami perkembangan sehingga cara diatas sudah tidak berhasil. Saya juga tidak bertanggung jawab terhadap segala kerusakan tambahan dan/atau kehilangan data akibat mengikuti cara saya.
Baca Selengkapnya »

Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB)

Hari Senin, 13 Juli 2009 adalah hari pertama masuk secara serempak untuk siswa SD, SMP maupun SMA. Dan dari tanggal 13, 14 dan 15 Juli 2009 adalah merupakan rangkaian kegiatan permulaan masuk sekolah pada setiap awal tahun pelajaran baru yang diawali dengan kegiatan "Masa Orientasi Peserta Didik Baru" atau (MOPDB)
SMP Negeri 196 Jakarta pada Tahun Pelajaran 2009/2010 pelaksanaan MOPDB sebagai Ketua Pelaksana yaitu Bpk. Suroto, S.Ag.
Kegiatan ini dimaksud agar siswa baru dapat :
1. Mengenal kehidupan di sekolah yang baru
2. Bersosialisasi dengan warga sekolah
3. Mempersiapkan diri untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah

Kegiatan – kegiatan MOPDB tersebut antara lain:
1. Wawasan Wiyatamandala
2. Budi pekerti ( Etika dan Moral)
3. Peningkatan ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa
4. Tata tertib sekolah
5. Pengenalan sistem belajar di SMP
6. Pengenalan lingkungan Sekolah
7. Pengenalan kegiatan intra kurikuler dengan segala mekanismenya
8. Pengenalan kegiatan ekstra kurikuler
9. Smart Learning

Bridging Course ( Jembatan penyelarasan pembelajaran dari SD ke SMP).
Perlu diperkenalkan Stakeholder sekolah, yakni unsur yang mempunyai keterkaitan dengan pelaksanaan pendidikan di sekolah, seperti kakak – kakak kelas, OSIS, guru, Kepala Sekolah, pegawai tata usaha dan Pengurus Komite Sekolah, dalam usaha pembentukan sikap dalam membina kebersamaan.
Pelaksanaan kegiatan masa orientasi sekolah siswa pada awal tahun pembelajaran ini diharapkan dapat memilih metode dan pendekatan yakni:
1. Bersifat gembira, menyenangkan, penuh kekeluargaan, dan bernuansa keagamaan.
2. Diskusi, debat, dan olah fikir (dialog) yang dikemas dalam bentuk sederhana
3. Materi lebih bersifat memberdayakan potensi dan sifat kritis siswa.
4. Semua unsur sekolah seperti guru, siswa kakak – kakak kelas /pengurus OSIS dan pengurus komite sekolah dapat dilibatkan.
5. Memanfaatkan potensi lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan lingkungan masyarakat, oleh dan untuk siswa.
6. Memperhatikan lingkungan hidup

Dalam menyelenggarakan kegiatan ini agar dapat memperhatikan situasi dan kondisi setempat sehingga tidak bersifat hura – hura, tidak ada pungutan biaya dan tidak memakai atribut perpeloncoan.

Prinsip – Prinsip MOPDB
1. Berisi penyegaran suasana, menambah wawasan dan pendidikan demokrasi
2. Mudah, murah, menyenangkan, massal dan meriah, karena itu kegiatan – kegiatan , perlu perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah masing – masing.
3. Flesibel (Luwes) dapat memilih acara alternative dengan menyesuaikan diri dengan kondisi sekolah yang merujuk kepada tujuan MOPDB itu sendiri.
4. Tidak ada pungutan biaya dari siswa, seluruh dana pelaksanaan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS)
5. Metode penyampaian tidak berfokus dalam bentuk ceramah, tetapi menyesuaikan metode yang dapat mengaktifkan dan melibatkan banyak peserta.
6. Dilaksanakan pada hari efektif sekolah, dengan demikian tidak meliburkan siswa kelas VIII dan kelas IX
7. Tidak ada unsur perploncoan dan tidak melanggar Hak azasi Manusia (HAM)
8. Tidak ada Bullying (Kekerasan)

Prinsip- Prinsip Bridging Course
1. Berisi materi yang dapat mengantarkan siswa mengenal dan memahami materi yang akan dipelajarai di SMP
2. Merupakan pengenalan materi terhadap siswa agar tidak merasa asing dengan pelajaran yang baru
3. Bukan bagian dari kurikulum
4. Merupakan bagian dari kegiatan MOPDB
Tujuan Pelaksanaan Masa Orientasi Siswa

1. Tujuan Umum
Pada dasarnya kegiatan ini bertujuan memberikan kesan yang positif dan menyenangkan kepada siswa tentang lingkungan sekolahnya yang baru. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan situasi yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru yang berkaitan dengan lingkungan fisik, lingkungan sosial mulai dari visi, misi sampai pada aturan aturan norma sekolah.

2. Tujuan Khusus
Secara khusus pelaksanaan Masa Orientasi Siswa, kelas VII baru, bertujuan:
a. Membantu siswa mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan di SMP sehingga tercipta suasana edukatif yang kondusif

b. Mendorong siswa untuk bersikap proaktif dalam mengenal para guru , karyawan, dan kakak – kakak kelasnya, sehingga ia bisa lebih nyaman berada bersama mereka
c. Membantu siswa agar mampu beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah, lingkungan sekolah dan dapat mengetahui hak dan kewajibannya dan bertanggung jawab dalam kehidupan sekolah,
d. Memahami kehidupan sekolah dalam rangka pelaksanaan wawasan Wiyatamandala sehingga fungsi sekolah, guru, siswa dan masyarakat lingkungannya dapat mendukung terwujudnya tujuan secara komprehensif
e. Mendorong siswa untuk memulai kebiasaan belajar sesama siswa baru melalui diskusi dengan teman,
f. Mengembangkan percaya diri bagi siswa, dengan melatih keberanian mengungkapkan pendapat
g. Mendorong siswa untuk aktif menambah pemahamannya melalui pengamatan terhadap lingkungan sekolah sebagai wahana pembelajaran diluar kelas,
h. Memotivasi siswa agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolah pilihannya, sehingga dengan senang hati dapat menjalankan segala aturan yang dimiliki sekolah.

Tujuan Pelaksanaan Bridging Course
1. Membantu siswa mengenal dan memahami mata pelajaran yang akan di pelajari di SMP
2. Memotivasi siswa agar merasa senang dan mampu mempelajari mata pelajaran yang baru
3. Membantu siswa mempermudah mengikuti pelajaran di SMP
4. Membantu siswa agar mampu mengerjakan teknik evaluasi

PELAKSANAAN KEGIATAN MASA ORIENTASI SISWA DAN BRIDGING COURSE
A. Peserta
Siswa yang mengikuti kegiatan adalah siswa kelas VII yang belum mengikuti MOPDB dan Bridging Course

B. Waktu Pelaksanaan
Dilaksanakan pada awal tahun pelajaran baru, selama tiga hari yaitu pada tanggal 13 – 15 Juli 2009 yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.

C. Materi:
a. Imtaq
b. Wawasan Wiyatamandala
c. Visi sekolah, Misi sekolah dan tata tertib kehidupan Sosial Sekolah
d. Budi Pekerti
e. Bridging Course
1. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung)
2. Kreativitas siswa dalam pendekatan pembelajaran Contekstual Teaching and Learning (CTL)


3. Kreativitas siswa dalam sitem penilaian outentik “tes tertulis” untuk menguji Penguasaan dan Pemahaman Konsep ( PPK),
4. Kreativitas siswa dalam sistem penilaian “non – tes” melalui tugas – tugas proyek produk, jurnal, potofolio dan kuis, untuk menguji Praktik Penerapan Konsep,
5. Kreativitas siswa dalam system penilaian outentik melalui” observasi sistematika” untuk menguji sikap dan minat siswa selama pembelajaran berlangsung.

D. Biaya Pelaksanaan
Dibebankan kepada anggaran sekolah yang telah diatur dalam APBS. Setiap sekolah agar tidak memungut dana dari siswa.

E. Persiapan
a. Pembentukan Panitia Pelaksana
b. Jadwal Kegiatan
1. Pembagian Tugas Guru
2. Penetapan materi
3. Format monitoring
4. Evaluasi /penilaian
c. Penetapan materi kegiatan diserahkan kepada sekolah dengan mengacu pada :
1. Tujuan Pelaksanaan
2. Visi dan Misi Sekolah
3. Budaya sekolah
4. Kondisi dan kemampuan sekolah

F. Hasil yang Diharapkan:
1. Terciptanya keakraban antar siswa
2. Tumbuhnya sikap mandiri pada siswa
3. Mempercepat proses interaksi antar warga sekolah
4. Tumbuhnya minat siswa agar dapat berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran
5. Terciptanya kerjasama, kesetikawanan dan kekeluargaan
6. Memberi motivasi kepada siswa agar berani mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain .
7. Tumbuhnya sikap sportifitas , kepedulian dan keterbukaan pada siswa
8. Tertanamnya kesadaran adanya kesamaan kepentingan
9. Memahami hak dan kewajiban siswa.

G. Penyaji materi hendaknya dapat:
1. Menciptakan suasana gembira
2. Menumbuhkan sikap demokrasi
3. menanamkan sikap keteladanan
4. Memberi motivasi
5. Menggunakan metode dan pendekatan yang tepat

Pada penutupan MOPDB hari Rabu, 15 Juli 2009 dihadiri pula oleh Kasi SMP yaitu Bapak Nasrudin sekaligus menutup MOPDB dengan melepas atribut MOPDB diganti dengan Topi almamater SMP 196 Jakarta.
Baca Selengkapnya »