"Selamat Datang di Blog SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Berkarakter Bangsa"

02 August 2010

Raker Tahunan MKS dan Sanggar


MKKS Sanggar 043 Kecamatan Cipayung Tahun Pelajaran 2010/2011 pada hari Senin, 2 Agustus 2010 mengadakan Rapat Kerja Tahunan untuk Sanggar dan MGMP di SMP Negeri 81 Jakarta. Rapat Kerja Tahunan Sanggar dan MGMP ini mengambil tema “Melalui Raker MKKS/Sanggar SMP 043 Kecamatan Cipayung, kita tingkatkan seoptimal mungkin Prestasi Akademik dan Non Akademik”. Peserta dari Rapat kerja ini adalah Kepala Sekolah, Bendahara, Staf Kurikulum dan Ketua MGMP tiap mata pelajaran.
Rapat kerja dibuka dengan laporan Ketua Pelaksana yaitu Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM yang juga sekaligus sebagai Kepala SMP Negeri 196 Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua MKKS/Sanggar 043 Kecamatan Cipayung, Drs. Mangiman Siregar selaku Kepala SMP Negeri 81 Jakarta. Dalam sambutannya Rapat Kerja ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan Prestasi Akademik dan Non Akademik Tahun Pelajaran 2010/2011.
Rapat kerja ini juga dihadiri oleh Bapak Drs. H. Zaenal Abidin, M.Pd selaku Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur. Dalam arahannya beliau menekankan kepada peserta Raker untuk selalu bekerja dengan giat menjalankan sesuai Tupoksinya. Bekerja selalu kita niatkan dengan ibadah, niscaya kita akan menjadi guru yang lapang. Selain itu juga beliau selalu berpesan untuk dalam melaksanakan tugas kedinasan jangan lupa selalu memakai atribut lengkap.
Dalam Raker Penyusunan Program Tahunan Sanggar MKKS Tahun Pelajaran 2010/2011 ini beliau juga berpesan agar mengoreksi program-program sebelumnya, agar program yang ada lebih baik lagi. Khususnya kepada bapak dan Ibu Guru agar lebih meningkatkan metode pembelajaran yang lebih efektif. Metode konvensional (Ceramah ) hendaklah mulai dikurangi dan mulai ditingkatkan dengan metode yang lebih mengefektifkan anak, berbasis ICT.
Selain Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur, dalam Raker ini juga dihadiri oleh Bapak Drs. Mananti Sihotang selaku Pengawas Paket SMP. Dalam arahannya beliau menekankan kepada Tupoksi guru. Pola-pola pembelajaran yang masih menggunakan pola lama seperti ceramah supaya dikurangi. Beliau berpesan supaya guru mulai menggunakan pola pembelajaran yang berbasis ICT. Sumber dan bahan belajar supaya diusahan menarik, sehingga proses pembelajaran lebih menarik. Bahan-bahan ajar dapat diambil dari Internet. Selain itu juga beliau menekankan pada penyusunan Rencana Pembelajaran, Penentuan KKM, dan Silabus supaya lebih diupayakan diperbarui dengan kreasi yang mengefektifkan peserta didik.
Sambutan terakhir dari Raker ini adalah sambutan dari Ibu Dra. Hj. Djanuati selaku Kasi Kecamatan Cipayung. Dalam arahannya beliau juga menekankan agar dalam proses pembelajaran mulai ditinggalkan pola lama seperti Ceramah, dan mulai dikembangkan dengan metode baru yang berbasis ICT. Kaitannya dengan Tunjangan Kinerja Daerah, agar guru dapat memanfaatkan waktu seoptimal mungkin dikala menunggu absen pulang. Beliau menginformasikan akan ada program dari LPMP yang akan dibakukan berkaitan dengan TKD ini. Kemudian untuk sekolah-sekolah yang mau direhab seperti SMPN 222, SMPN 246 dan SMPN 283 Jakarta supaya mempersiapkan tentang kesiapan tempat pindah agar ketika waktunya direhab peserta didik tidak direpotkan.
Pembukaan Rapat Kerja Tahunan Sanggar dan MGMP Kecamatan Cipayung berakhir hingga pukul 12.30 WIB. Kemudian Rapat Kerja ini akan dilanjutkan di Hotel Yehezkeil, Lembang, Bandung dari hari Selasa hingga Rabu.
Maju terus MKS dan Sanggar Kecamatan Cipayung.

Lihat Photo (Multiply)

Lihat Photo (Facebook)

Baca Selengkapnya »

20 July 2010

Pelajar Indonesia Raih Emas Olimpiade Biologi

Pelajar Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Dalam Olimpiade Biologi Internasional di Changwon, Korea Selatan, pelajar Merah Putih menyabet dua medali emas dan dua medali perunggu.

Sambutan meriah diberikan bagi para pelajar yang mewakili Indonesia pada Olimpiade Biologi Internasional saat tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (19/7). Selain teman sekolah, perwakilan dari Kementrian Pendidikan Nasional juga hadir.

Putra-putri bangsa meraih hasil maksimal di Korsel. Irfan Haris, siswa SMA Negeri 1 Pringsewu, Lampung dan Harun Reza Sugito, pelajar SMAK 1 BPK Penabur Jakarta meraih medali emas. Dua medali lain yakni perunggu dipersembahkan Danang Chrysnanto dari SMAN 1 Wonogiri dan Thoriq Salafi, siswa MAN Insan Cempaka Tangerang.

Dalam ajang tahunan tersebut, pelajar Indonesia bersaing dengan lebih 200 pelajar dari 60 negara. Oleh pemerintah, jerih payah mereka pun akan diganjar beasiswa hingga jenjang S2 dan S3 di seluruh universitas terbaik di dunia. (JUM)

Sumber : Liputan6
Baca Selengkapnya »

19 July 2010

Hari Anak Nasional (HAN) 2010

Latar Belakang

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 44/1984 tentang Hari Anak Nasional, telah ditetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan HAN diselenggarakan setiap tahun sejak 1986 sampai sekarang.

HAN diperingati mulai di tingkat Pusat, Daerah dan Perwakilan RI di Luar Negeri. Pelaksanaan HAN dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) yang setiap tahunnya akan menunjuk 1 Departemen/Kementerian teknis secara bergantian sebagai Penyelenggara Hari Anak Nasional.

Untuk penyelenggaraan peringatan HAN tahun 2010, Kementerian Pendidikan Nasional Repubik Indonesia telah ditunjuk sebagai Koordinator Penyelenggaraan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2010 sesuai dengan Surat Nomor: B.22/MENKO/KESRA/II/2009 tanggal 2 Februari 2009 tentang Penunjukan Penyelenggara Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2010.

Arti Strategis Peringatan HAN

Peringatan HAN pada hakekatnya merupakan momentum yang penting untuk menggugah kepedulian maupun partisipasi seluruh Rakyat Indonesia dalam menghormati dan menjamin hak-hak anak tanpa diskriminasi, memberikan yang terbaik bagi anak, menjamin semaksimal mungkin kelangsungan hidup dan perkembangan anak serta menghargai pendapat anak.

Tujuan Peringatan Hari Anak Nasional
Pertimbangan peringatan HAN diselenggarakan setiap tahun adalah untuk:

  1. meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta bersama dengan Pemerintah dalam menyelenggarakan upaya pembinaan dan pengembangan anak secara holistik-integratif dan berkesinambungan. Upaya tersebut ditujukan untuk memenuhi hak-hak anak, mewujudkan tingkat kesejahteraan anak, dan memberikan perlindungan yang setinggi-tingginya bagi anak sebagai generasi penerus cita-cita bangsa.
  2. meningkatkan kesadaran pemerintah, masyarakat, orang tua dan segenap komponen bangsa untuk memenuhi hak-hak anak berdasarkan Child Rights, dan menghindarkan anak-anak dari: abuse (penyalahgunaan, perlakuan kejam, penyiksaan), neglect (melalaikan), eksploitasi, kekerasan terhadap anak, diskriminasi, drugs (pemakaian obat-obatan terlarang), pornografi, dll.
  3. menunjukkan kepada seluruh rakyat Indonesia dan dunia internasional (minimal pada tingkat Asia Pasifik) bahwa kita mendukung hak-hak anak dan melakukan upaya kesejahteraan anak.

Tujuan Peringatan HAN Tahun 2010

Tujuan umum diselenggarakannya peringatan HAN 2010 adalah untuk meningkatkan komitmen semua pihak dan menyebarluaskan informasi tentang pentingnya hak-hak anak utamanya hak untuk memperoleh pendidikan, pengasuhan, perlindungan, perawatan kesehatan dan gizi bagi anak kepada para pengambil kebijakan, orang tua dan masyarakat umum.

Tema HAN 2010

Tema sentral yang diusung dalam Peringatan HAN 2010 adalah "ANAK INDONESIA BELAJAR UNTUK MASA DEPAN". Dengan Sub Tema: "KAMI ANAK INDONESIA, JUJUR, BERAKHLAK MULIA, SEHAT, CERDAS DAN BERPRESTASI".

Melalui tema ini diharapkan seluruh komponen bangsa terinspirasi untuk terus meningkatkan perhatian terhadap pentingnya mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi unggul yang memiliki karakter jujur, berakhlak mulia, sekaligus sehat, cerdas dan berprestasi.

Pelaksanaan Peringatan HAN 2010

Rangkaian pelaksanaan HAN 2010 akan dilakukan selama bulan Juni dan Juli oleh segenap komponen bangsa (Kementerian, Lembaga Pemerintah, swasta dan masyarakat) baik di pusat, provinsi, kabupaten/kota dan Perwakilan RI di Luar Negeri.

Acara puncak dan pembukaan Hari Anak Nasional 2010 jatuh pada tanggal 23 Juli 2010, bertempat di Taman Mini Indonesia Indah. Bapak Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara serta Para Menteri berkenan hadir pada acara ini. Pada kesempatan ini Bapak Presiden akan memberikan pesan kepada Anak-anak Indonesia, sekaligus melakukan Pencanangan Gerakan Nasional "INDONESIA SAYANG ANAK", penandatanganan Prasasti dan dialog Presiden dengan anak-anak. Ini menegaskan bahwa Pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Anak-anak.

Rangkaian kegiatan HAN 2010 yang dilakukan oleh masing-masing Kementerian dan Lembaga di pusat, daerah dan luar negeri selama bulan Juni dan Juli sangat beragam, antara lain: Ajang Prestasi Anak-anak di Kementerian Pendidikan Nasional pada tanggal 19-21 Juli 2010, pemberian penghargaan (penghargaan kepada Kepala Daerah, Lembaga dan mitra PAUD, Pemimpin Pemuda, dll), karya bhakti sosial (kegiatan/aksi damai di Bundaran HI Jakarta yang melibatkan anak-anak, kunjungan ke ke Lembaga Pemasyarakatan Anak dan Institusi sosial anak lainnya, pemberian bantuan paket sekolah, dll), kunjungan anak-anak ke Media TV, publikasi (peliputan dan konferensi pers, talk show, pemasangan alat-alat publikasi massa, dll), partisipasi anak (perlombaan, festival, panggung anak-anak, pertunjukan apresiasi seni anak, deklarasi anak Indonesia, usulan rekor MURI, dll), pameran kreatifitas anak, Konggres Anak di Babel, seminar, semiloka, Rakor, Munas, dan berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan Lintas Instansi, Kementerian, Lembaga, NGO dan swasta. Sebagai contoh, rangkaian kegiatan Peringatan HAN 2010 oleh Kementerian Kesehatan RI yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 Juli 2010 berupa kegiatan SDIDTK melalui Deteksi Dini (skrining) bagi anak-anak balita dan prasekolah dari 5 wilayah DKI Jakarta. Selain itu masih banyak lagi kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing Pemerintah Daerah provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional yang ragam kegiatannya tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Referensi

  1. Konvensi Hak-hak Anak yang disetujui oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa pada tanggal 20 Nopember 1989.
  2. UUD 1945 pasal 28B ayat 2.
  3. Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
  4. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 10 Februari 2010, Presentasi Persiapan Pelaksanaan Hari Anak Nasional 2010.
  5. Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2010, Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2010.
Sumber : Infodokterku
Baca Selengkapnya »

15 July 2010

MUI Himbau Tera Ulang Arah Kiblat

Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa bahwa arah kiblat tidak ke arah barat, namun ke arah barat laut. MUI mengimbau para pengurus masjid di seluruh Indonesia untuk menera ulang arah kiblat mulai Rabu-Sabtu, 14-18 Juli pukul 16.27 WIB (sebelumnya tertulis Jumat 17 Juli pukul 16.28 WIB).

"Daerah mana pun yang mampu menerima sinar Matahari pada jam itu, kita bisa sederhana menera arah kiblat. Arah lawan bayangan itulah arah kiblat berada, karena jam itu posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah," ujar Sekretaris MUI Asrorun Niam ketika dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2010).

Posisi Matahari pada jam itu atau pukul 12.27 waktu Arab Saudi yang tepat berada di atas Ka'bah berlaku di seluruh dunia. Jika pada bagian Indonesia tengah dan timur pada waktu itu masih bisa menerima Matahari, maka masjid-masjid di daerah itu bisa melakukan tera ulang dengan toleransi kurang lebih 5 menit.

"Tepatnya 16 Juli dengan waktu toleransi H-2 sampai H+2 juga masih akurat. Toleransi waktu plus minus 5 menit masih akurat," imbuhnya.

Dengan ini MUI pun mengimbau para pengurus masjid di Indonesia untuk melakukan tera ulang arah kiblat dengan memanfaatkan momentum ini. Momentum pertama untuk menera ulang Ka'bah terjadi pada 28 Mei 2010 lalu pukul 16.18 WIB. Dalam ilmu falak (astronomi) hari itu disebut dengan yaum rashdil qiblah (hari untuk mencocokkan arah kiblat).

"Secara otomatis konsekuensi tentang kiblat kita minta kepada masyarakat muslim pengurus masjid menera ulang melalukan ijtihad sederhana menentukan arah kiblat. Yang paling penting seandainya arah masjid kurang pas, tidak serta merta membongkar masjid, tinggal geser saja sajadahnya," ungkap doktor hukum Islam ini. (nwk/nrl)

Sumber : DetikNews

Qiblalocator (Penentu arah Kiblat)

Baca Selengkapnya »

MOPDB SMP Negeri 196 Jakarta

Senin, 12 Juli 2010 hingga Rabu, 14 Juli 2010 adalah hari pertama masuk sekolah. Untuk kelas VII, sekaligus adalah pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik baru (MOPDB).
Maksud dari pelaksanaan MOPDB adalah :
  1. Memperkenalkan lingkungan sekolah dalam menghadapi Tahun Pelajaran 2009 / 2011
  2. Memberikan bekal kepada siswa baru supaya cepat beradaptasi dengan lingkungan SMP Negeri 196 Jakarta
  3. Menjalin rasa persaudaraan dan persahabatan antar siswa baru dengan komponen sekolah serta sesama siswa baru
  4. Mendorong siswa untuk aktif terhadap kegiatan – kegiatan yang ada di Sekolah
  5. Membantu siswa agar dapat mengembangkan sifat demokratis
Tujuan Pelaksanaan MOPDB :
Setelah MOPDB selesai dilaksanakan, siswa dapat ;
  1. Mengenali teman teman sekelasnya
  2. Mengetahui komponen yang ada di sekolahnya
  3. Mengetahui tenaga pengajar dan karyawan di sekolahnya
  4. Mengetahui kondisi sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar SMP Negeri 196 Jakarta
PRINSIP PENYELENGGARAN MOS
  1. Pelaksanaan MOS berprinsip kepada :
  2. Mudah
  3. Murah
  4. Meriah
  5. Menyenangkan
  6. Gratis
  7. Mengesankan
Dalam pelaksanaan MOPDB selama 3 hari berjalan dengan lancar tanpa kendala suatu apa.
Maju terus SMP Negeri 196 Jakarta .....

Baca Selengkapnya »

13 July 2010

12 Juli 2010, Hari pertama sekolah ....

Senin. 12 Juli 2010 di pagi itu SMP Negeri 196 Jakarta sudah kelihatan begitu ramainya. Memang hari ini adalah masuk pertama sekolah. Pagi itu seperti biasanya karena hari Senin, maka akan diadakan upacara bendera.
Petugas upacara hari ini karena belum ada pembagian tugas Petugas Upacara, maka Pastara salah satu ekstra kurikuler di SMP Negeri 196 Jakarta bertindak sebagai Petugas Upacara. Dalam upacara tersebut, Effendi Andi. K, S.Pd selaku wakil Kepala Sekolah bertindak sebagai Pembina Upacara. Pada intinya beliau memberikan ucapan selamat kepada siswa yang berhasil naik kelas. Dengan naik kelas, diharapkan semakin bertambah semangat dalam belajar, karena semakin banyak beban yang harus dipikul.
Pada hari pertama ini, Zuhanifah, S.Pd selaku petugas perpustakaan juga sibuk melayani pinjaman buku paket agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan dengan baik.
Pada siang harinya, mulailah Masa Orientasi Peserta Didik Baru. Suasana begitu ramainya, maklum karena hari itu mulai masuk Calon Peserta Didik Baru yang melalui sistem penerimaan online Realtime.
Masa orientasi peserta didik baru akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 12 Juli hinngga 15 Juli 2010. Suroto, S.Ag selaku Staff Kesiswaan sebagai Ketua pelaksana melaporkan bahwa kegiatan MOPDB ini diikuti oleh 160 peserta didik baru.
(Bersambung ....)
Maju terus SMPN 196 Jakarta .... Ones ? Bukan oneng !!
Baca Selengkapnya »