"Selamat Datang di Blog SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Berkarakter Bangsa"

26 August 2009

TUTORIAL INTERNET :

Baca Selengkapnya »

TUTORIAL KOMPUTER

Baca Selengkapnya »

23 August 2009

Marhaban Ya Ramadhan 1430 H


Untuk memperbesar gambar, readmore lalu klik gambar ...
Baca Selengkapnya »

17 August 2009

TUTORIAL BLOG :

Baca Selengkapnya »

Upacara HUT Kemerdekaan RI



Tujuh belas Agusutus tahun empat lima,
Itulah hari kemerdekaan kita,
Hari Merdeka Nusa dan Bangsa,
Hari lahirnya bangsa Indonesia,
Merdeka...Sekali merdeka tetap merdeka,
Selama hayat masih dikandung badan,
Kita tetap setia, tetap sedia,
Mempertahankan Indonesia,
Kita tetap setia, tetap sedia,
Membela negara kita .....


Hari ini, 17 Agustus 2009 segenap bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 64 tahun. Bahkan dari semalam, segenap warga banyak yang mengadakan tasyakuran dengan mengadakan pengajian untuk merenungkan dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan laga untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia..

Demikian pula di SMP Negeri 196 Jakarta, Senin tanggal 17 Agustus 2009 juga mengadakan upacara memperingati HUT Kemerderdekaan RI ke 64. Jauh-jauh hari Pastara dibawah bimbingan Ibu Ida Farida, S.Pd telah mempersiapkan dengan semaksimal mungkin. Dan memang kenyataannya pada saat detik-detik pengibaran Sang Saka Merah Putih 17 Agustus 2009 berjalan dengan baik. Dan Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM selaku Kepala Sekolah sekaligus Pembina Upacara memperikan apresiasi dan acungan jempol untuk Pastara.
Dalam pelaksanaan upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 64 ini, mengacu pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Bapak Dr. H. Taufik Yudi Mulyanto, M.Pd Nomor : 118/SE/2009 telah diberikan susunan acara pelaksanaan. Dan SMP Negeri 196 Jakarta melaksanakannya dengan baik dengan memilih lagu alternatif II yaitu Hari Merdeka, Satu Nusa Satu Bangsa dan Syukur.
Setelah acara berakhir, dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba-lomba.
Sukses SMPN 196 Jakarta ! Ones ? Bukan Oneng !!
Baca Selengkapnya »

14 August 2009

Sosialisasi TV Digital TV Edukasi

Hari Selasa, 11 Agustus 2009 Ibu Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM selaku Kepala SMPN 196 Jakarta dan Bapak Sulis Riyanto, S.Pd mengikuti sosiaslisa TV digital Indonesia DVB-T yang diadakan di PUSTEKKOM, Cipayung, Ciputat. Dalam sosialisasi ini melibatkan kurang lebih 200 orang dari 100 sekolah yang sudah mendapat kiriman perangkat parabola. Selama ini masyarakat masih banyak memakai TV analog dimana masih banyak kendala kaitannya dengan penerimaan yang sering gambar tidak jelas karena faktor antena. Dalam sosialisasi ini, peserta pada lain diajak mengamati studio TV Edukasi dari proses awal hingga penyiaran. Selain itu juga peserta bahkan diajak masuk ke ruang rekaman Studio Radio Edukasi. Pada kesempatan itu Bapak Sulis Riyanto, S.Pd mencoba ikut rekaman bersama dua peserta lain dan melihat bagaimana hasilnya. Untuk sementara program TV digital ini memang masih dalam tahap pengembangan, sehingga TV digital ini baru dapat dinikmati dengan sarana internet, parabola atau dengan Set Top Box.

Jika sekarang ini kita mengenal format TV analog hanya dengan 3 macam (PAL, NTSC, SECAM), pada era format digital kita akan mengenal istilah Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T).Siaran TV Digital dengan teknologi DVB-T mempunyai banyak keunggulan dibandingkan siaran TV analog meliputi tahan terhadap efek interferensi, gambar tanpa "noise" atau "ghost" (bayang2, bintik2, semut), lebih interaktif dengan EPG (Electronic Program Guide), serta kualitas gambar yang lebih baik walaupun dalam keadaan bergerak (mobile).Kelebihan lainnya juga dalam efisiensi, antara lain pada spektrum (bandwidth), network transmission, power transmission dan juga efisiensi dalam power consumption.Pemerintah telah memutuskan sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T) sebagai standar nasional Indonesia karena dari hasil uji coba yang dilakukan oleh Tim Nasional Migrasi TV dan Radio dari Analog ke Digital, teknologi DVB-T lebih unggul dan memiliki manfaat lebih dibandingkan dengan teknologi penyiaran digital lainnya.Menurut para pengamat media mengenai sosialisasi TV digital, Teknologi ini mampu memultipleks beberapa program sekaligus, di mana enam program siaran dapat ”dimasukkan” ke dalam satu kanal TV berlebar pita 8 MHz, dengan kualitas yang jauh lebih baik. Ibarat satu lahan, yang semula hanya dapat dimanfaatkan untuk satu rumah, dengan teknologi ini mampu dibangun enam rumah dengan kualitas bangunan jauh lebih baik dan kapasitas ruangan lebih banyak. Di samping itu, penambahan varian DVB-H (handheld) mampu menyediakan tambahan sampai enam program siaran lagi untuk penerimaan bergerak (mobile). Hal ini sangat memungkinkan bagi penambahan siaran-siaran TV baru.Menkominfo Mohammad Nuh mengibaratkan implementasi siaran televisi digital layaknya rumah susun. Maksudnya?"TV digital itu seperti rumah susun karena dalam satu kavling bisa dihuni beberapa keluarga. Itu artinya telah tercipta efisiensi," maksud beliau.Uji coba siaran digital juga sudah diimplementasikan pada pertengahan Januari 2009 lalu oleh konsorsium lembaga penyiaran swasta (LPS) yang beranggotakan antara lain, SCTV, MetroTV, ANTV, TVOne, dan TransTV.Jika Indonesia baru merencanakan migrasi ke TV Digital Format tahun 2009 ini, lain halnya dengan negara lain. Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 untuk kota Berlin dan tahun 2005 untuk Muenchen dan saat ini hampir semua kota besar di Jerman sudah bersiaran TV digital. Belanda telah memutuskan untuk melakukan switch off (penghentian total) siaran TV analognya sejak akhir 2007. Perancis akan menerapkan hal sama pada tahun 2010. Inggris sejak akhir 2005 telah melakukan uji coba mematikan beberapa siaran analog untuk menguji penghentian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012. Kongres Amerika Serikat telah memberikan mandat untuk menghentikan siaran TV analog secara total pada 2009, begitu pula Jepang pada 2011.Di Singapura, TV digital diluncurkan sejak Agustus 2004 dan saat ini telah dinikmati lebih kurang 250.000 rumah. Di Malaysia, uji coba siaran TV digital juga sudah dirintis sejak 1998 dengan dukungan dana sangat besar dari pemerintah dan saat ini siarannya sudah bisa dinikmati lebih dari 2 juta rumah.Kinerja Depkominfo melalui 3 badannya yakni Badan Regulasi TV Digital, Badan Master Plan Frequency, dan Badan Teknologi Peralatan untuk Persiapan Implementasi TV Digital. Depkominfo juga telah melakukan uji alat konversi dari gelombang analog (RF Antena) di TV analaog untuk menerima gelombang digital yang disebut sebagai set-top box (STB).Set-top box merupakan sebuah perangkat tambahan untuk menerima sinyal digital yang dipancarkan oleh sistem DVB-T yang kemudian diubah kedalam sinyal analog agar dapat ditampilkan pada monitor TV analog.

(source : Kompas Tekno, detikInet, dll)
Baca Selengkapnya »