"Selamat Datang di Blog SMP Negeri 196 Jakarta, Sekolah Berkarakter Bangsa"

08 November 2010

Pembinaan Dari Kasi Kesiswaan Sudin



Senin, 8 November 2010 tidak seperti biasanya. Karena pada hari itu bertindak sebagai Pembina pada kesempatan itu adalah Ibu Dra. Hj. Endah Sudiharti, M.M.Pd selaku Kasi Kesiswaan dan Sumber Belajar TK, SD, PLB. Dalam amanatnya beliau memberikan motivasi dan semangat kepada semua siswa SMP Negeri 196 Jakarta untuk senantiasa meningkatkan belajarnya, sehingga dapat mencapai prestasi yang maksimal.
Di era globalisasi ini, semua serba Online. Tidak ada yang namanya titip-titipan atau dalam orba dulu dikenal dengan istilah KKN. Oleh sebab itu jangan sampai nantinya menyesal di kemudian hari. Terus kembangkan diri untuk menggapai cita-cita setinggi langit.
Selain itu beliau juga memberikan apresiasi yang tinggi buat petugas pengibar bendera, yang pada kesempatan itu kebetulan Paskibra SMP Negeri 196 Jakarta menjadi Petugas Upacara. Semoga ini lebih ditingkatkan lagi.
Berkaitan sekolah sebagai tempat belajar, beliau memberikan acungan jempol kepada SMP Negeri 196 Jakarta untuk terus meningkatkan budaya bersih, ciptakan suasana yang menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar. Sekolah harus bersih dari rokok sesuai dengan Perda Pemerintah.
Selain itu, beliau juga berpesan agar kaitannya dengan Kantin sekolah agar diciptakan menu makanan yang sehat antara lain susu. Dan Toga agar lebih ditingkatkan.
Dalam kesempatan itu, Kepala SMP Negeri 196 Jakarta Drs. Susamsa, M.M.Pd juga mengingatkan sekali lagi agar apa yang sudah diraih kaitannya dengan prestasi SMP Neger i196 Jakarta agar terus ditingkatkan lagi.
Kegiatan berakhir dilanjutkan dengan photo bersama Idengan bu Dra. Hj. Endah Sudiharti, M.M.Pd selaku Kasi Kesiswaan dan Sumber Belajar TK, SD, PLB.

Maju terus SMP Negeri 196 Jakarta ...

Lihat Photo



Baca Selengkapnya »

07 November 2010

Kepala Sekolah








N a m aDrs. SUSAMSA, M.M.Pd
Temp/Tgl Lahir Kulonprogo, 3 Februari 1967
Unit Kerja SMPN 196 Jakarta
Alamat Kantor Jl. Mabes TNI, Pondok Ranggon, Cipayung
Em@ailsusamso@yahoo.co.id

Pendidikan SDTahun 1979
SMPTahun 1982
SMATahun 1985
D2-
S-1Tahun 1991
S-2Tahun 2008
Baca Selengkapnya »

30 October 2010

Tes Diagnostik Guru SMP Kec. Cipayung


Pelaksanaan Tes Diagnostok Guru SMP telah selesai dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 28 Oktober 2010. Pelaksanaan tes diagnostik ini diadakan serempak di wilayah DKI Jakarta. Tes Diagnostik guru ini, untuk tahap I hanya diperuntukkan untuk guru mata pelajaran Ujian Nasional yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
Tujuan dari pelaksanaan Tes Diagnostik guru ini adalah untuk mengetahui setiap kelebihan dan kelemahan para guru. Sehingga upaya peningkatan kualitas guru disesuaikan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Bahkan usai mengikuti tes tersebut, para guru akan diberikan pelatihan sesuai dengan kompetensi yang masih belum dikuasai.
Pelaksanaan Tes Diagnostik Guru di wilayah Kecamatan Cipayung, yang semula diadakan di SMP Negeri 81 Jakarta untuk semua guru mata pelajaran, akhirnya diadakan di dua tempat yaitu di SMPN 81 Jakarta dan SMP PGRI 9 Jakarta.
SMP Negeri 196 Jakarta dalam kesempatan itu mengirimkan : Asih Yuniarti, A.Md, Sarah, S.Pd, MM (Bahasa Inggris), Effendi Andi Kusmiran, S.Pd, Zuhanifah, S.Pd, Rr. Lestariningsih, S.d, Samah, S.Pd (Bahasa Indonesia), Aminuddin, SE, Marsia, Emma, Sulis Riyanto, S.Pd (Matematika), Edison B. Gultom, Tri Bandrio (IPA).
Hanya saja, pelaksanaan Tes Diagnostik Guru SMP ini masih banyak kendala, diantaranya adalah :
Masih banyak dari guru-guru SMP yang menguasai dalam penggunaan komputer, sehingga banyak kendala yang dihadapi waktu pelaksanaan tes diagnostik.
Pelaksanaan yang diadakan serempak diadakan di wilayah DKI Jakarta melalui web : www.ujian.web.id mempunyai dampak over kapasitas, sehingga proses tidak berjalan dengan lancar, waktu yang dibutuhkan begitu lama, bahkan untuk IPA pelaksanaan benar-benar tidak dapat berjalan. Hingga pukul 12.00, ada sejumlah peserta tes baru dapat 11 soal....

Namun, paling tidak dari pelaksanaan Tes Diagnostik Guru ini, sudah banyak peningkatan yang diperoleh. Diantaranya telah terjalin kembali talisilaturahim sesama guru mata pelajaran, dan yang lebih membanggakan adalah kemauan dari guru untuk mencoba meningkatkan pengetahuan tentang komputer dengan belajar bahkan ada guru yang dengan ikhlasnya akhirnya membeli perangkat komputer (laptop) ......

Maju terus Guru DKI Jakarta .......


Soal Matematika Paket B





Baca Selengkapnya »

29 October 2010

Jadwal Ujian Nasional 2010/2011



Baca Selengkapnya »

15 October 2010

Pelatihan Tes Diagnostik Guru



Jum'at, 15 Oktober 2010 Sanggar MKS 043 Kecamatan mengadakan Pelatihan Tes Diagnostik Online. Pelatihan dibuka oleh Bapak Drs. Mangiman Siregar, M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 81 Jakarta. Maksud dari Tes ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswanya.
Dengan demikian dapat diketahui setiap kelebihan dan kelemahan para guru. Sehingga upaya peningkatan kualitas guru disesuaikan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Bahkan usai mengikuti tes tersebut, para guru akan diberikan pelatihan sesuai dengan kompetensi yang masih belum dikuasai.
Pelatihan dihadiri oleh masing-masing Kepala Sekolah se-Kecamatan Cipayung dan perwakilan Guru Mata Pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional. Dra. Hj. Nenny Junaeni, MM selaku Kepala SMP Negeri 196 Jakarta dan Bapak Sulis Riyanto, S.Pd hadir dalam pelatihan tersebut.
Tujuan dari pelatihan ini adalah agar nantinya perwakilan-perwakilan ini dapat memberikan pembekalan kepada guru-guru yang lain, karena tes online ini akan diadakan di sekolah masing-masing secara online mulai tanggal 25 Oktober 2010. Adapun jadwalnya adalah sebagai berikut :






Alamat Web Test : http://www.ujian.web.id

Lihat foto selengkapnya (facebook)

Download Tutorial (PDF)
NUPTK (Jakarta Timur)

Baca Selengkapnya »

13 October 2010

Jelang UASBN, Disdik Gelar Tes Diagnostik Guru

Menjelang pelaksanaan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN), Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar tes diagnostik kompetensi guru. Kegiatan ini serentak dilakukan di ibu kota selama dua hari Jumat (5/2) dan Sabtu (6/2). Tes ini untuk mengetahui tingkat kemampuan para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswanya.

Dengan demikian dapat diketahui setiap kelebihan dan kelemahan para guru. Sehingga upaya peningkatan kualitas guru disesuaikan dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Bahkan usai mengikuti tes tersebut, para guru akan diberikan pelatihan sesuai dengan kompetensi yang masih belum dikuasai.

Di Kecamatan Gambir, kegiatan diagnostik kompetensi guru dipusatkan di SDN 01/02 Petojoselatan. Kegiatan ini diikuti oleh 134 guru se-Kecamatan Gambir. Mereka adalah guru kelas IV, V, dan VI, serta guru bidang studi. Mata pelajaran yang diujikan kepada para guru, sama dengan mata pelajaraan yang diujikan pada murid SD yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, diagnostik ini untuk mengetahui sejauhmana kemampuan para guru dalam memberikan pelajaran kepada siswanya. “Kita bisa mendiagnosa mana kelebihan dan kekurangan. Pelatihan difokuskan pada kelemahan masing-masing guru. Sebab tidak semua guru memiliki kelebihan dan kelemahan yang sama” ujar Taufik Yudi, Sabtu (6/2).

Pada tahun 2005 silam, Pemprov DKI juga mengadakan uji kompetensi guru sekolah. Hasilnya didapat sebagian besar masih memerlukan peningkatan kualitas akademis, penguasaan materi dan profesional. Sedangkan sebagian besar justru memiliki penguasaan metode pengajaran yang cukup bagus.

Hal senada ditandaskan Kasudin Pendidikan Dasar Jakarta Pusat, Zainal Soleman. Menurutnya, diagnosa ini lebih dititikberatkan untuk mengukur kompetensi guru dalam rangka pemetaan. “Ibaratnya, kalau masih ditemui ada guru yang kemampuannya masih kurang, akan dilatih melalui diklat,” terangnya.

Hasil dari kompetensi ini dapat dijadikan dasar untuk pemetaan untuk pengambilan keputusan selanjutnya. Misalnya menyangkut mutasi, rotasi, dan promosi bagi guru yang bersangkutan. Selanjutnya karena ini adalah bagian dari program Kementerian Pendidikan Nasional, maka tiap pemerintah daerah wajib menindaklanjutinya. Namun selama kegiatan berlangsung, pengawasannya dilakukan oleh Dinas, Sudin, maupun Seksi-Seksi Pendidikan Dasar setempat.

Kasie Dikdas Kecamatan Gambir, Ahmad Zulfi mengatakan, tes ini sebagai pemetaan kemampuan para guru dalam mengajar murid. “Tes diagnostik untuk memberikan latihan kepada para guru, agar nantinya dapat memberikan gambaran kepada muridnya dalam menghadapi ujian UASBN nanti,” ujar Zulfi, saat memonitor kegiatan diagnostik guru di SDN 01/02 Petojoselatan, Sabtu (6/2).

Selanjutnya ia berharap, bagi guru yang memiliki nilai rendah, dapat memperbaiki kemampuan dalam pelajaran yang diajarkan di sekolah melalui diklat. Sejatinya, diagnostik ini juga untuk memacu para guru yang mendapat nilai kurang baik agar lebih manambah pengetahuaan dalam bidang pelajarannya.

Kepala SDN 01 Petojaselatan, Parsidi, mengaku senang dengan adanya tes seperti ini. Sebab pihak sekolah jadi mengetahui seberapa jauh kemampuan para gurunya. “Harapan guru yang sudah mengikuti tes pada saat ini akan lebih terpacu kembali dengan cara memperdalam ilmunya kembali,” tegasnya.

Hasoloan Sianpar, guru SDN Cideng 10 Pagi, yang turut mengikuti tes diagnostik ini mengaku tidak kesulitan menjawab soal yang diberikan. Ia juga optimis mendapat nilai lebih dari sembilan di setiap mata pelajaran. “Saya optimis nanti akan dapat nilai lebih dari sembilan. Untuk soal yang salah itu karena kurang teliti dalam mengerjakan,” ucapnya.

Untuk wilayah Kecamatan Cipayung, Jum'at, 15 Oktober 2010 baru akan diadakan pelatihan Tes Diagnostik Online di SMP Negeri 81 Jakarta.

Sumber : Berita Jakarta
Baca Selengkapnya »